Oleh: Muliana (Aktivis Kemanusiaan/ Mahasiswa Universitas Djuanda)
Amati lingkungan sekitar kita. Setiap kali muncul isu besar di masyarakat, yang pertama kali ramai membahasnya bukanlah televisi atau surat kabar, melainkan media sosial. Dan siapa yang mengisi media sosial itu? Kaum muda.
Gen Z dan milenial bukanlah generasi pertama yang peduli dengan masalah sosial. Namun, mereka adalah generasi pertama yang memiliki sarana untuk menyampaikan suara mereka langsung kepada jutaan orang tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari siapa pun.
Tidak perlu menjadi jurnalis, atau memiliki kolom opini di media utama. Cukup dengan satu video, satu utas, atau satu infografis yang menarik, dalam waktu singkat sebuah isu dapat menjelma menjadi topik perbincangan nasional.
Kita telah menyaksikan fenomena ini berulang kali. Tagar #KaburAjaDulu yang viral pada awal tahun 2026 tidak muncul dari pertemuan redaksi mana pun. Ia muncul dari kegelisahan kaum muda yang terkumpul dan menemukan salurannya melalui media sosial. Dan apa hasilnya? Pemerintah harus memberikan respons. Media massa juga ikut meliput. Isu yang semula hanya dibahas dalam kelompok pertemanan tiba-tiba menjadi agenda publik.
Namun, di sinilah tanggung jawab yang sering kali kita abaikan. Ketika siapa saja dapat membangun opini, dan ketika emosi lebih cepat menyebar daripada fakta, kekuatan yang dimiliki oleh generasi muda ini bisa berubah arah. Opini yang belum terverifikasi dapat tersebar lebih cepat dibandingkan dengan klarifikasi. Sebuah narasi yang salah dapat merusak reputasi seseorang sebelum kebenarannya dapat terungkap.
Gen Z dan milenial telah menunjukkan bahwa mereka mampu memicu diskusi publik. Sekarang ada satu pertanyaan penting yang harus dipertimbangkan: apakah mereka akan menggunakan kekuatan ini untuk memberikan pencerahan, atau justru untuk menambah kekacauan?
Karena generasi yang menentukan topik pembicaraan publik saat ini, kelak akan berpengaruh terhadap arah perkembangan bangsa ini.
Kata Kunci: Gen Z, Milenial, Opini Publik, Media Sosial, Literasi Digital
